Daftar Emiten Sawit Indonesia yang Melantai di Bursa Eropa
Source: mpevans.co.uk
Emiten Sawit Eropa Tetap Aktif di Indonesia
Industri kelapa sawit Indonesia masih menjadi magnet bagi investor global. Selain itu, perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa Eropa terus menunjukkan kinerja stabil dari operasionalnya di Indonesia.
Beberapa grup usaha bahkan mencatatkan sahamnya di London Stock Exchange. Dengan demikian, mereka memperoleh akses pendanaan internasional sekaligus menjaga transparansi kinerja perusahaan.
MP Evans Group Plc
MP Evans Group Plc menjadi salah satu pemain utama asal Inggris yang telah lama beroperasi di Indonesia. Perusahaan ini mulai mengembangkan perkebunan sawit sejak 1970 dan kini memiliki aset di Bangka, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Timur.

Hingga 2025, MP Evans mengelola sekitar 54.250 hektare lahan inti dan 16.620 hektare plasma. Dari sisi produksi, perusahaan menghasilkan 342.600 ton crude palm oil (CPO) dan 75.300 ton palm kernel.
Selain itu, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$375 juta atau tumbuh sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa operasional di Indonesia tetap menjadi kontributor utama terhadap kinerja keuangan.
REA Group PLC
Selain MP Evans, REA Group PLC juga menjadi pemain lama yang telah beroperasi sejak 1906. Perusahaan ini memfokuskan kegiatan di Kalimantan Timur melalui anak usahanya.
Per akhir 2025, REA Group memproduksi 189.215 ton CPO, termasuk tambahan palm kernel dan CPKO. Total lahan yang dikelola mencapai sekitar 69.071 hektare, dengan lebih dari 31 ribu hektare sudah menghasilkan.
Di sisi lain, perusahaan memanfaatkan sisa lahan untuk pengembangan dan infrastruktur. Strategi ini memperkuat keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.
Anglo-Eastern Plantations PLC
Anglo-Eastern Plantations PLC juga tercatat di bursa Eropa dan memiliki operasi signifikan di Indonesia. Perusahaan ini mengelola perkebunan di Sumatera hingga Kalimantan.
Total luas lahan mencapai sekitar 53.800 hektare. Sementara itu, perusahaan mengoperasikan tujuh pabrik kelapa sawit untuk mendukung produksi.
Berdasarkan laporan tahunan, Anglo-Eastern menghasilkan sekitar 396.700 ton CPO pada 2024. Dengan kapasitas tersebut, perusahaan masuk dalam kategori produsen skala besar di sektor perkebunan.
Dampak bagi Petani, Pemerintah, dan Investor
Keberadaan emiten sawit Eropa memberikan dampak luas terhadap ekosistem industri.
Bagi petani, pola kemitraan inti-plasma membuka akses teknologi dan pasar. Selain itu, petani juga mendapatkan pendampingan budidaya.
Bagi pemerintah, investasi asing meningkatkan devisa dan mendorong pembangunan daerah. Sementara itu, sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Bagi investor, pencatatan di bursa Eropa menghadirkan transparansi lebih tinggi. Dengan demikian, peluang investasi berbasis komoditas global semakin terbuka.
Kesimpulan
Daftar emiten sawit yang melantai di bursa Eropa menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat produksi utama minyak sawit dunia. Secara keseluruhan, dukungan pasar modal internasional membantu perusahaan mempertahankan kinerja dan melanjutkan ekspansi di tengah dinamika global.
Baca juga: Judul: Perang Timur Tengah Picu Biaya Logistik Sawit Naik 50%, Ekspor CPO RI Mulai Tertekan
